Rosacea – Tanda, Gejala, Mengobati dan Mencegah

Rosacea adalah penyakit kulit yang umumnya diawali dengan bercak kemerahan dan timbulnya jerawat di sekitar wajah. Gejala-gejala masalah kesehatan kulit ini pada umumnya disertai dengan mata berair dan merah (dikenal sebagai rosacea okular).

Berdasarkan informasi dari International Rosacea Foundation, penyakit ini biasanya hanya terbatas pada daerah wajah dan jarang sekali di temukan kasus rosacea yang diluar itu.

Rosacea  di Amerika Serikat telah mendekati angka 14 juta jiwa, berdasarkan sumber dari National Institute of Arthritis and Muscolosketal and Skin Diseases (NIAMSD) atau dalam istilah bahasa Indonesia yaitu Institut Nasional Radang Sendi, Tulang, dan Penyakit Kulit.

Penyakit Kulit ini pada umumnya terjadi pada orang dewasa antara 30 sampai 60 tahun, dan lebih sering menimpa wanita (terutama yang akan mengalami masa menopause) daripada pria.

Sementara itu jerawat dan rosacea wajah adalah kondisi yang berbeda, dan tidak bisa di samakan. Jenis ini terkadang di sebut “jerawat rosacea” di karenakan adanya imflamasi atau peradangan pada daerah kulit yang berminyak berdasarkan pendapat Dr. Dean Kane, sebagai Kepala Pusat Bedah Kosmetik dan Medi Spa di Baltimore, Maryland.

American Academic of Dermatology menjelaskan bahwa penyebab rosacea adalah adanya faktor keturunan, sistem kekebalan tubuh yang melemah,  terjadinya infeksi pada usus, adanya bakteri tungau yang hidup di antara kulit, disfungsi protein yang seharusnya melindungi kulit menjadi merusak kulit, dan kurangnya jumlah vitamin E pada kulit. 

Tanda dan Gejala Rocasea

Rosacea menyebabkan hal yang lebih dari sekedar wajah merah. American Academic of Dermatology atau Akademi Dermatologi Amerika, menjelaskan bahwa terdapat 4 Jenis Rosacea.

Jenis Rosacea yang perlu di ketahui dan di tangani dengan cara yang berbeda adalah:

1. Rosacea Erythematotelangiectatic/ ETR

Tanda dan gejala rosacea erythematotelangiectatic / ETR:

rocasea wajah

  • Kemerahan di tengah wajah
  • Pecah pembuluh darah (spider veins)
  • Kulit bengkak
  • Kulit terasa sangat sensitif terhadap sentuhan
  • Kulit dapat menyengat dan membakar
  • Kulit kering, kasar atau scaling

2. Rosacea Papulopustular atau Jerawat Rosacea

Tanda dan gejala rosacea papulopustural atau jerawat rosacea:

Rosacea Jerawat

  • Muncul jerawat yang membuat kulit menjadi sangat merah yang tidak biasa
  • Jerawat yang datang dan pergi
  • Minyak Berlebih
  • Kulit yang terkena jerawat seperti terbakar dan rasa menyengat yang tidak normal
  • Munculnya plak hitam pada wajah

3. Rosacea Phymatous

Rosacea Phymatous  merupakan jenis yang sangat langka terjadi. Biasanya muncul jenis ini  di awali terlebih dahulu dengan jenis lainnya.

Tanda dan gejala rosacea phymatous:

rosacea phymatous

  • Terbentuknya tekstur bergelombang pada kulit
  • Kulit menebal terutama pada hidung (disebut rhinophyma)
  • Kulit dapat menebal di dagu, dahi, pipi, dan telinga
  • Terlihat bekas pecah pembuluh darah
  • Pori-pori terlihat besar
  • Kulit berminyak

4. Rosacea Ocular atau Rosacea Mata

Rosacea ocular atau rosacea mata, merupakan jenis yang peradangannya terjadi di mata

Tanda dan gejala rosacea mata:

rosacea mata

  • Mata berair dan merah
  • Mata terasa berpasir
  • Mata seperti terbakar dan tersengat
  • Mata menjadi kering
  • Mata gatal-gatal
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Pandangan Kabur
  • Pembuluh darah rusak pada kelopak mata
  • Terjadi pembentukan kista pada mata
  • Terjadi kebutaan

Mengobati Rocasea

Pengobatan Rosacea. Berdasarkan informasi dari American Academy of Dermatology, pengobatan penyakit kulit ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan gejalanya dapat bertambah buruk dari waktu ke waktu.

Akan tetapi, Prystowsky seorang ahli di bidang dematologi mengatakan bahwa ada banyak cara untuk mengobati hal tersebut. Obat-obatan dengan jenis topical antibiotic metronidazole (dengan merek Metrocream, MetroGel atau Noritate) ini paling sering digunakan untuk pengobatan rosacea.

Sebuah pendekatan yang lebih alami untuk menghilangkan rosacea menurut Prystowsky adalah Finacea, gel yang mengandung asam azelaic atau sejenis senyawa organik yang ditemukan dalam gandum dan sejenisnya.

Seperti yang telah di bahas sebelumnya, tungau mikroskopis dapat hidup di pori-pori kulit dan menjadi penyebab memperburuknya masalah kesehatan ini. Menurut Prystowsky, solusi untuk menghilangkan tungau ini adalah dengan ivermectin (Stromectol) atau agen tungau yang bisa membunuh tungau lainnya.

Dalam beberapa kasus, antibiotik oral seperti doxcycline (Adoxa) dapat membantu menghilangkan radang kulit ini dan beberapa obat seperti jenis isotretinoin (Absorica, Accutane, Claravis, dan nama merek lain) digunakan untuk kasus-kasus yang ekstrim, kata Prystowsky. Laser untuk mengobati Rosacea yaitu perawatan dengan menggunakan laser dye akan sangat membantu dalam mengurangi munculnya pembuluh melebar dan kemerahan pada wajah selain terapi yang lainnya.

Baru-baru ini solusi yang lainnnya muncul seperti brimonidine (Mirvaso), untuk membantu mengontrol peradangan dan kemerahan akibat penyakit ini. Akan tetapi harus di ingat brimonidine ini dapat menurunkan tekanan darah sehingga harus digunakan dibawah pengawasan dokter menurut Prystowsky.

Untuk mencegah maupun mengaboti masalah Rosacea anda kami beri solusinya dengan pengobatan alami herbal yaitu dengan Jelly Gamat QnC

Pencegahan Rosacea

Cara mencegah rosacea adalah melakukan hal-hal sederhana seperti menghindari minuman panas, makanan pedas, alkohol dan mandi air panas. Kena hal-hal tersebut dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif dan berpeluang menimbulkan rosacea.

Bagi anda yang kulitnya sensitif terhadap sinar matahari seharusnya anda mengenakan krim tabir surya, dan bagi anda yang memiliki kulit terlalu kering harus tetap menggunakan pembersih ataupun pelembab kulit yang aman bagi anda.

Berdasarkan informasi dari Webmd.com, mengkonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan yang baik untuk seluruh tubuh anda, termasuk kulit anda dapat menjadi solusi untuk menghindari rosacea . Bahan atau makanan yang mengandung Antioksidan seperti beta-karoten dan vitamin C, E, dan A dapat mengekang kerusakan yang disebabkan oleh molekul tidak stabil yang dikenal sebagai radikal bebas, yang menjadi sebab dari munculnya berbagai masalah kulit.

One comment

Comments are closed.