Kanker Usus Besar- Penyebab, Gejala, Obat, Pengobatan dan Cara Mencegah

Kanker usus besar, yang juga dikenal sebagai kanker kolorektal adalah penyebab utama kedua kematian akibat kanker pada pria dan wanita. Berdasarkan data WHO, sudah lebih dari 600.000 orang meninggal karena kanker ini pada tahun 2012.

Kanker kolorektal sendiri di Amerika menurut Centers for Disease Control (CDC), 51.783 orang meninggal karena kanker usus ini pada tahun 2011 (tahun terbaru untuk data yang tersedia). Di Indonesia data yang bersumber pada Patologi Anatomi FKUI 2003-2007, angka pasien penderita kanker kolorektal di bawah usia 40 mencapai 28,17%.

“Kanker usus besar tumbuh dan berkembang  dalam usus yang biasanya berawal dari munculnya polip (gumpalan sel). Terkadang polip tampak seperti batang kembang kol, namun bisa juga polip berbentuk datar”, menurut Dr Richard Goldberg, Kepala dan Profesor Bidang Kesehatan di Ohio State University Comprehensive Cancer Center , James Cancer Hospital dan Solove Research Institute. Dia juga menjelaskan bahwa saat kanker usus telah memiliki kemampuan untuk menyebar, disinilah awal permasalahan yang bisa berujung pada kematian.

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab kanker usus besar  ini terjadi karena adanya perkembangan DNA yang salah dalam usus besar.  Faktor ini menyebabkan sel-sel yang tumbuh yang seharusnya mampu untuk menjaga tubuh tetap berfungsi normal, maka karena ada kerusakan DNA mengakibatkan sel terus membelah dan membentuk sebuah tumor (disebut juga polip) yang dapat tumbuh untuk menyerang serta menghancurkan jaringan normal di dekatnya. Seiring waktu sel ini dapat menyebar ke daerah lainnya pada tubuh.

Meskipun tidak ada penyebab spesifik dari kanker usus besar, faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko pengembangan penyakit. Faktor ini termasuk genetika, diet dan kesehatan. Individu dengan riwayat keluarga kanker usus besar, terutama jika lebih dari satu relatif telah memiliki penyakit ini, berada pada peningkatan risiko. Selain itu dua sindrom genetik, seperti rekam jejak keluarga yang memiliki polip adan sindrom lynch merupakan  salah satu faktor penyebab kanker usus besar.

Mengkonsumsi daging merah yang kaya akan lemak  dapat meningkatkan risiko penyakit. Kanker usus besar jarang terjadi di negara-negara di mana daging merah kurang umum di konsumsi pada setiap menu. Misalnya, “Kanker usus besar cukup langka terjadi di Jepang, meskipun demikian kasus justru lebih umum sebagai dampai dari mereka yang berpola makan kebarat-baratan” kata Goldberg.

Selain itu, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan serta kebiasaan merokok dapat berkontribusi pada munculnya kanker usus besar. Masalah kesehatan yang lainnya seperti obesitas, diabetes dan kurang olahraga dapat berhubungan dengan peningkatan risiko kanker usus besar. Selain itu, penyakit radang seperti jenis kanker lainnya atau kondisi seperti ulcerative colitis dapat meningkatkan perkembangan kanker usus besar.

Namun bagaimanapun, hal-hal di atas bukanlah suatu jaminan dari penyebab kanker usus besar. Seperti banyak kasus kanker yang lainnya, kanker usus besar berkembang dari interaksi yang kompleks dari banyak faktor, dan interaksi setiap faktor pada tiap individu tidaklah sama.

Gejala Kanker Usus Besar dan Jenisnya

Gejala kanker usus besar dapat meliputi hal-hal yang berkaitan dengan terganggunya proses-proses pencernaan seperti hal berikut ini:

  • Terjadi masalah diare, sembelit atau perubahan jadwal buang air besar anda yang sangat ekstrim lebih dari empat minggu.
  • Mengalami pendarahan pada rektum dan bercampurnya darah dengan feses.
  • Perut yang tidak nyaman seperti mengalami kram, buang angin atau rasa sakit tak tertahankan.
  • Memiliki perasaan bahwa perut belum sepenuhnya kosong (pada saat buang air besar).
  • Penurunan berat badan yang tidak di ketahui penyebabnya

Banyak orang dengan kanker usus besar ini tidak mengalami gejala pada tahap awal penyakit. Gejala bisa muncul secara bervariasi tergantung dari ukuran serta lokasi kanker yang ada pada usus anda.

Jenis atau tahapan kanker usus besar terbagi menjadi 4 stadium yaitu:

  • Stadium 1. Level ini usus besar terlah mulai di tumbuhi oleh kanker, tetapi belum terjadi penyebaran di sebabkan tengah terhadang oleh dinding usus.
  • Stadium 2. Level ini usus besar telah di penuhi oleh kanker, dan pada level ini dinding usus besar tertembus.
  • Stadium 3. Pada level ini kelenjar getah bening yang jaraknya dekat dengan usus besar telah terkena oleh kanker.
  • Stadium 4. Level ini merupakan puncak keparahan dari kanker usus besar, yang dimana kanker telah mampu untuk meradang ke organ tubuh yang lainnya seperti contohnya hati dan paru-paru.

Hal di atas ini bisa anda ketahui apabila telah melakukan diagnosa. Diagnosa sangatlah bermanfaat untuk membantu dokter untuk menentukan cara yang terbaik dalam pengobatannya.

Obat dan Pengobatan Kanker Usus Besar

Pengobatan kanker usus besar disesuaikan dengan diagnosis kanker usus besar yang dilakukan sebelumnya yaitu berdasarkan level stadium penyakit yang telah di jelaskan sebelumnya. Dengan kata lain bahwa stadium awal di mana kanker masih jinak dan berada di usus besar,  mungkin hanya memerlukan sedikit intervensi menurut Mayo Clinic. 

Cara mengobati kanker usus besar bisa dilakukan dengan operasi yang di nilai efektif untuk menghilangkan tumor kecil ditambah dengan kemoterapi yang ditentukan untuk membunuh sel-sel yang tersisa. Obat kemoterapi yang umum digunakan untuk kanker usus besar yaitu irinotecan, oxaliplatin, capacitabine dan 5-fluorouracil.

Untuk pengobatan kanker usus besar stadium 4  di mana kanker ini telah menyebar ke seluruh wilayah yang lebih luas dari usus besar atau organ tubuh yang lain, mungkin memerlukan pengangkatan seluruh bagian usus besar. Seringkali usus besar yang tersisa dapat di hubungkan kembali ke rektum, tetapi jika kanker telah mencapai rektum penggunaan kantong kolostomi mungkin diperlukan.

Dalam prosedur ini, dokter bedah menciptakan sebuah lubang di perut dan menempelkan kantong kolostomi. Fungsinya adalah mengumpulkan feses dalam kantong tersebut agar tidak melewati rektum. Perpaduan antara kemoterapi dan radiasi selanjutnya diperlukan untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa.

Pengobatan kanker usus besar tanpa operasi pun bisa menjadi pilihan anda yaitu dengan cara melakukan aktivitas atau terapi berikut, dengan catatan berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter pribadi anda, seperti:

  • Terapi seni
  • Tari
  • Olahraga
  • Meditasi
  • Terapi musik
  • Latihan relaksasi

Obat kanker usus besar herbal atau alami pun bisa menjadi alternatif pengobatan bagi kanker usus besar anda seperti menggunakan bahan-bahan herbal yang berasal dari daun sirsak dan kulit manggis yang saat ini telah banyak di teliti dapat mencegah bahkan mengobati segala jenis kanker pada manusia.

Kami beri anda pengobatan tradisional kanker usus besar untuk mengobati kanker usus besar anda dengan sirup yang berasal dari ekstrak daun sirsak dan kulit manggis yang terbaik, yaitu Ace Maxs.

Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Cara mencegah kanker usus besar  bisa dilakukan dengan dengan cara melakukan skrining tes secara rutin setiap tahunnya. Reventive Services Task Force merekomendasikan bahwa semua individu usia 50 sampai 75 sebaiknya rutin menjalani pemeriksaan karena memiliki peningkatan resiko yang lebih dari usia yang lainnya menurut American College of Gastroenterology.

“Salah satu hal yang buruk tentang kanker usus besar adalah kanker usus besar itu sering tidak menimbulkan gejala hingga mencapai stadium yang tinggi,” menurut Dr Goldberg.” Dan itulah sebabnya mengapa pemeriksaan secara rutin penting untuk di lakukan,” ujarnya.

Beberapa jenis tes skrining kanker usus besar seperti tes tinja di rumah, yang disebut high-sensitivity fecal occult blood testing (FOBT),  flexible sigmoidoscopy (Flex Sig), dan colonoscopy mungkin bisa menjadi alternatif pencegahan. Pemeriksaan FOBT tehadap sel-sel darah, harus dilakukan setiap tahun, CDC menjelaskan.

 

One comment

Comments are closed.