Kanker Payudara – Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegah

Kanker payudara adalah pertumbuhan yang tidak terkontrol pada sel-sel yang yang berada di jaringan payudara. Di Indonesia sendiri, angka prevelensi kanker adalah sekitar 5 dari 1000 orang wanita di Indonesia adalah pengidap kanker payudara, hal ini di kemukakan oleh Kementrian Kesehatan RI. 

Kanker payudara adalah kanker paling umum kedua pada wanita, setelah kanker kulit, dan berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan RI mencatat bahwa terjadi 61.682 kasus kanker payudara selama tahun 2013. 

Kanker payudara paling sering di temukan pada wanita berusia 55 sampai 64. Penyakit ini juga dapat terjadi pada laki-laki namun kasus kanker payudara laki-laki ini kurang dari 1 persen dari total semua kasus kanker jenis ini, menurut NCI

Angka tingkat kelangsungan hidup untuk kanker payudara telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Antara tahun 2004 sampai 2010, sekitar 89 persen pasien kanker payudara hidup setidaknya lima tahun setelah kanker tersebut di temukan , kata NCI.

Penyebab Kanker Payudara

Penyebab kanker payudara adalah tumbuhnya sel-sel payudara yang di luar kendali. Ada kemungkinan bahwa kombinasi gen seseorang dan lingkungan tempat mereka tinggal dapat memainkan peran di dalam perkembangan penyakit kanker payudara ini, menurut Mayo Clinic.

Berdasarkan penelitian Susan. G Komen Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang mendanai penelitian kanker payudara, menjelaskan bahwa 5 sampai 10 persen kasus kanker payudara di sebabkan oleh mutasi genetik pada si pasien. Misalnya wanita yang melakukan mutasi pada gen BRCA1 memiliki resiko terkena kanker payudara yang asalnya 50% menjadi 70%. Sementara wanita yang melakukan mutasi pada gen BRCA2 mempunyai peluang untuk terkena kanker payudara dari 40% menjadi 60%.

Menurut American Cancer Society, faktor resiko lain penyebab kanker payudara di antaranya adalah riwayat keluarga penderita kanker payudara, memulai periode menstruasi sebelum usia 12 tahun atau masa menopause setelah usia 55, tidak memiliki anak, memiliki jaringan payudara yang padat, dan menggunakan terapi hormon setelah menopause. Namun, pada kenyataannya kebanyakan wanita yang terkena kanker payudara tidak memiliki faktor resiko apapun untuk penyakit ini, selain pada perbedaan jenis kelamin dan usia mereka, American Cancer Society menambahkan.

Gejala Kanker Payudara

Gejala kanker payudara setiap orang akan berbeda sebelum mereka di diagnosis. Tapi, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, mungkin gejala penyakit ini termasuk:

  • Benjolan di payudara atau ketiak
  • Sebuah penebalan atau pembengkakan payudara
  • Payudara masuk kedalam akibat dari iritasi
  • Kulit memerah atau bersisik di daerah puting
  • Keluar cairan dari puting selain air susu

Sangat penting untuk di perhatikan bahwa gejala-gejala ini belum tentu sebuah gejala kanker payudara yang ganas, mungkin saja ini adalah tanda kondisi kanker payudara yang jinak seperti kondisi kista maupun infeksi.

Cara Mendeteksi Kanker Payudara

Cara mendeteksi kanker payudara ialah dengan melakukan tes skrining pada wanita bebas gejala, dengan tujuan mengetahui sedini mungkin kanker payudara. Salah satu tes skrining utama adalah mammogram, atau X-ray dari payudara. The United States Preventive Services Task Force merekomendasikan mammograms selayaknya dilakukan setiap dua tahun sekali untuk wanita usia 50-74.

Namun, kapan tepatnya wanita harus mulai tes skrining mammogram dan seberapa sering mereka harus melakukan hal tersebut?. Bahasan ini telah diperdebatkan. Misalnya, American Cancer Society merekomendasikan bahwa wanita harus melakukan tes mammogram pertama mereka dimulai pada usia 40, dan rutin melakukan hal tersebut setiap tahunnya.

Beberapa studi menunjukkan manfaat skrining mammogram secara reguler. Sebuah studi tahun 2013, pada pasien kanker payudara di Boston, yang diterbitkan dalam jurnal kanker, menemukan bahwa di antara wanita yang meninggal akibat kanker payudara ini adalah wanita yang tidak pernah menjalani skrining kanker payudara secara teratur.

Namun beberapa peneliti mengkritik penelitian karena penelitian tidak melihat tarif skrining pada wanita yang menderita kanker payudara, paling tidak menjalani skrining kanker payudara secara teratur. Tetapi, beberapa peneliti mengkritik penelitian karena tidak melihat tarif skrining pada wanita yang menderita kanker payudara.

New England Journal of Medicine pada tahun 2012 dalam sebuah penelitian menjelaskan keuntungan dari mammogram yang telah berhasil meningkatkan deteksi kanker payudara stadium awal sedini mungkin. Secara tidak langsung, mammogram ini telah berhasil menghentikan masalah kanker payudara yang lebih parah di masa yang akan datang.

Cara Mengobati Kanker Payudara

Cara mengobati kanker payudara tergantung pada jenis kanker dan apakah kanker hanya berada pada payudara atau sudah menyebar ke bagian lainnya. Banyak wanita yang melakukan pengobatan kanker payudara dan juga masalah yang sejenisnya karena kanker telah menyebar ke bagian yang lainnya.

Pengobatan secara lokal termasuk pembedahan dan radiasi dimana di lakukan untu menghilangkan atau menghancurkan sel kanker payudara tanpa mempengaruhi bentuk payudara ataupun bagian tubuh yang lainnya. Operasi lumpectomy merupakan operasi yang menghilangkan tumor dan sebagian kecil jaringan yang ada di sekitarnya. Sementara mastectomy jauh lebih agresif yaitu menghilangkan seluruh bagian payudara dan di lakukan dalam kasus kanker payudara stadium tinggi, menurut National Breast Cancer Foundation.

Pengobatan selanjutnya adalah jenis pengobatan sistemik (yang mempengaruhi seluruh bagian tubuh) yang di berikan melalui mulut atau melalui darah untuk menyasar sel-sel kanker yang telah masuk ke aliran-aliran darah dalam tubuh. Pengobatan sistemik termasuk kelompok kemoterapi, yaitu menggunakan obat yang sangat keras seperti cyclophoshamide (atau disebut cytoxan) atau methotrexate. Kanker dipicu oleh hormon estrogen atau progesteron yang mana dapat di obati dengan obat penekan hormon seperti tamoxifen atau raloxfene (evista).

Pengobatan sistemik (yang mempengaruhi seluruh tubuh) yang diberikan melalui mulut atau melalui sel-sel kanker dalam aliran darah dan sasaran seluruh tubuh. Ini termasuk kemoterapi, yang menggunakan obat beracun seperti cyclophoshamide (kadang-kadang disebut dengan nama merek, Cytoxan) atau methotrexate. Kanker dipicu oleh hormon estrogen atau progesteron dapat diobati dengan penekan hormon seperti tamoxifen atau raloxifene (Evista).

Pengobatan sistemik yang lebih maju adalah terapi biologis, dimana menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel-sel kanker dan menstimulasi sel kekebalan tubuh yang menarget payudara dengan kandungan protein tertentu yang bersifat tinggi, seperti zat biologis umum yang biasa di gunakan adalah bevacizumab (avastin) atau trastuzumab (herceptin).

Apabila anda ingin solusi alami untuk mengobati kanker payudara anda, klik sini Walatra Zedoril 7

Cara Mencegah Kanker Payudara

Cara mencegah kanker payudara. Perubahan gaya hidup telah di buktikan dalam studi yaitu dapat mengurangi risiko kanker payudara bahkan pada wanita yang sedang berisiko tinggi.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk menurunkan risiko anda berdasarkan sumber dari mayo clinic:

  • Batasi alkohol. Semakin banyak alkohol yang anda minum, semakin besar resiko  terkena kanker payudara. Apabila anda seorang pecandu alkohol, sebaiknya anda membatasi diri anda dengan mulai mengkonsumsi alkohol kurang dari 1 gelas setiap harinya. Karena perlu anda ketahui, mengkonsumsi sedikit saja alkohol akan sangat meningkatkan resiko terkena kanker ini.
  • Tidak merokok. Bukti telah menunjukkan adanya hubungan antara merokok dan resiko terkena kanker payudara, terutama pada wanita pra menopause. Selain itu, apabila anda tidak merokok maka anda dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
  • Mengontrol berat badan . Memiliki kelebihan berat badan atau obesitas berpeluang meningkatkan resiko kanker payudara. Hal ini terutama berlaku jika obesitas terjadi di kemudian hari, terutama setelah menopause.
  • Olah Raga. Melakukan hal fisik secara rutin seperti olahraga sangatlah membantu mencegah kanker payudara. Untuk orang dewasa yang memiliki kondisi fisik yang sehat, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan di Amerika merekomendasikan setidaknya 150 menit di dalam seminggu melakukan aktivitas aerobik moderat atau seminimalnya 75 menit aktivitas aerobik dalam seminggu, ditambah latihan kekuatan setidaknya dua kali seminggu.
  • Menyusui. Menyusui  memainkan peran penting dalam pencegahan kanker payudara. Semakin sering dan lama anda menyusui, semakin besar efek perlindungan terhadap payudara anda.
  • Batas dosis dan durasi terapi hormon. Kombinasi terapi hormon selama lebih dari tiga sampai lima tahun dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Jika Anda mengambil terapi hormon untuk mengatasi gejala menopause, tanyakan kepada dokter anda tentang alternatif lainnya yang beresiko sangat kecil terhadap kanker payudara.
  • Hindari paparan radiasi dan pencemaran lingkungan. Metode pencitraan medis, seperti computerized tomography ialah menggunakan radiasi dosis tinggi. Sementara studi lebih lanjut masih sangat diperlukan, untuk mengetahui hubungan antara secara lebih konkret antara kanker payudara dan paparan radiasi. Metode pencegahan ini hanya anda perlu lakukan ketika benar-benar diperlukan.

One comment

Comments are closed.