Kanker Ovarium- Penyebab, Gejala, Jenis, Obat, Cara Mengobati & Mencegah

Kanker ovarium adalah jenis kanker yang berawal di ovarium atau indung telur. Perempuan memiliki dua ovarium, yaitu di setiap sisi dinding rahim. Ovarium memiliki ukuran seperti sebuah almond yang berfungsi untuk menghasilkan telur (ovum) serta hormon estrogen dan progesteron. Di Indonesia, kanker ovarium ini telah menjadi jenis kanker nomer 1 yang paling banyak membunuh kaum wanita, data ini berdasarkan dari Kementrian Kesehatan Indonesia tahun 2012.

Kanker ovarium sangat sulit untuk di deteksi hingga pada akhirnya kanker tersebut mulai bisa di rasakan setelah menyebar di bagian panggul dan perut. Pada tahap stadium akhir, kanker ovarium lebih sulit untuk di obati dan sering berakibat fatal. Stadium awal kanker ovarium, di mana penyakit ini terbatas penyebarannya hanya pada ovarium, memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi untuk di obati.

Jenis dan Penyebab Kanker Ovarium

Penyebab kanker ovarium sampai saat ini belum bisa di pastikan. Tetapi secara umum, kanker dimulai ketika terjadinya mutasi genetik sel normal menjadi sel kanker yang abnormal. Sel-sel kanker cepat berkembang biak, membentuk suatu massa (tumor). Mereka dapat menyerang jaringan di dekatnya dan memutuskan diri dari tumor pertama untuk menyebar ke tempat lainnya di tubuh penderita (bermetastasis).

Menurut Mayo Clinic, jenis kanker ovarium meliputi tiga jenis yaitu Epithelial tumors (tumor epitel), Stromal tumors (tumor stroma), dan germ cell tumors (tumor sel germinal).

  • Tumor epitel, yaitu jenis yang menyerang jaringan lapisan tipis yang menutupi bagian luar ovarium. Sekitar 90 persen dari kanker ovarium adalah tumor epitel.
  • Tumor stroma adalah jenis yang terjadi pada jaringan ovarium yang berisi sel-sel penghasil hormon. Tumor ini biasanya bisa diagnosis pada tahap awal dari tumor ovarium lainnya. Sekitar 7 persen dari tumor ovarium yang jenis tumor stroma.
  • Tumor sel germinal merupakan jenis tumor kanker ovarium yang dimulai pada jaringan inti sel telur. Kanker ovarium jenis sel germinal jarang sekali terjadi pada wanita muda.

Gejala Kanker Ovarium

Gejala kanker ovarium secara keseluruhan tidak memiliki gejala atau gejala terjadi secara ringan sampai penyakit ini mencapai stadium lanjut dan butuh kerja keras dan kesabaran untuk diobati, menurut pendapat dari Dr. David Cohn, direktur Divisi Onkologi Ginekologi dan seorang profesor Kebidanan dan Ginekologi di Universitas Ohio, Amerika.

Untuk alasan itulah ia mengungkapkan mengapa kanker ovarium memiliki angka kematian tertinggi dari semua jenis kanker yang menyerang sistem reproduksi wanita, menurut National Institutes of Health.

Meskipun beberapa pasien kanker ovarium, sebelumnya mereka mengalami gejala seperti sakit perut, kembung, nyeri punggung dan pendarahan vagina yang tidak normal sebagai tanda-tanda dini dari kanker ini, tetapi hal tersebut bukanlah hal yang mutlak.

Dalam sebuah studi dalam Journal of National Cancer Institute tahun 2010 di kemukakan bahwa gejala yang relatif spesifik mungkin tidak secara definitif atau langsung mengarah pada kanker ovarium. Dokter harus mengevaluasi sedikitnya 100 wanita dengan gejala ini untuk menemukan satu gejala yang konkret dari kanker ovarium.

Namun demikian Cohn mengungkapkan adanya pendidikan dasar terhadap masyarakat terutama wanita mengenai beberapa gejala kanker ovarium stadium awal seperti peningkatan frekuensi kencing, mual dan nyeri pada pinggul merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Yang terjadi saat ini adalah apabila wanita mengalami masalah-masalah ini justru mereka membiarkan hal tersebut begitu saja tanpa mempedulikannya. Hal ini justru akan semakin buruk bahkan mencapai kanker ovarium stadium 3 apabila tidak di periksa sedini mungkin dan di obati secara cepat, menurut Dr David Cohn.

Obat dan Cara Mengobati Kanker Ovarium

Cara mengobati kanker ovarium yaitu meliputi operasi pengangkatan sel kanker di mana banyak di temukan tumor dan jaringan yang terkena sel kanker. Terapi radiasi dan kemoterapi juga dapat menghentikan perkembangan kanker dengan membunuh sel-sel kanker atau menjaga mereka dari membelah diri dan menyebaar, menurut National Cancer Institute. Perawatan ini dapat diberikan sebelum atau setelah operasi. Selain itu terdapat perawatan yang baru saat ini sedang dikembangkan termasuk obat baru kemoterapi, vaksin, terapi gen dan imunoterapi, menurut Mayo Clinic.

Wanita dengan kanker ovarium harus mencari perawatan dari ahli Onkologi Ginekologi, yang mengkhususkan diri dalam kanker ovarium. Melakukan terapi atau latihan khusus juga diperlukan untuk memastikan efektivitas dari pengobatan, kata Cohn. Dr David Cohn juga mengungkapkan bahwa pengobatan kanker ovarium dengan melakukan operasi yang sesuai dengan standar prosedur  dibandingkan yang tidak, dapat berpengaruh terhadap lama dari umur si pasien.

Namun permasalahannya adalah banyak pengobatan kanker dengan cara di atas dapat memiliki efek samping yang merugikan. Misalnya, cara bevacizumab (terkadang disebut dengan nama mereknya yaitu Avastin) berfungsi dengan menghentikan aliran darah ke tumor dan dapat menyebabkan pertumbuhan menyusut. Tetapi proses tersebut dapat menyebabkan kondisi medis yang lebih serius menurut penelitian pada tahun 2009 oleh Lancet onkologi yang mempelajari lebih dari 12.000 pasien.

Adapun obat kanker ovarium berjenis kemoterapi, menimbulkan efek samping seperti sakit perut, mual dan muntah serta yang lebih parahnya dapat membuat banyak penderitanya menjadi ketergantungan dengan obat kemoterapi ini, menurut Mayo Clinic.

Obat kanker ovarium alami bisa menjadi alternatif pengobatan medis yang yang dikembangkan dari ramuan-ramuan tradisional yang dapat membantu anda mengobati kanker ovarium tersebut, mengingat banyak sekali efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan cara-cara medis yang modern serta biaya yang tidak sedikit yang saat ini banyak di kembangkan oleh para ahli kesehatan.

Apabila anda ingin solusi pengobatan kanker ovarium secara alami dan aman, serta biaya yang terjangkau silahkan klik disini Ace Maxs solusi pengobatan kanker ovarium anda.

Cara Mencegah Kanker Ovarium

Cara mencegah kanker ovarium sampai saat ini pun tidak ada yang cara yang pasti. Tetapi dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan seperti menggunakan alat kontrasepsi oral lebih dari 10 tahun, jarak kehamilan sebelumnya yang terlalu dekat, riwayat menyusui dan penggunaan aspirin yang berlebihan bisa menjadi acuan bagi anda untuk terhindar dari kanker ovarium ini.