Jenis Diare, Penyebab, Ciri atau Gejala, Komplikasi, Obat dan Cara Mengobati Serta Mencegah

Diare adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya buang air besar (dengan kondisi tinja encer) dengan lebih sering dari biasanya dengan kondisi yang tidak normal. Diare ialah suatu penyakit yang hampir setiap orang pernah mengalaminya.

Dalam kebanyakan kasus, tanda dan gejalanya biasanya berlangsung selama beberapa hari saja. Namun dalam beberapa kasus yang sudah parah diare bisa berlangsung selama beberapa minggu. Dalam situasi ini, diare bisa menjadi pertanda gangguan serius, seperti penyakit peradangan usus besar, atau kondisi yang kurang serius, seperti iritasi usus besar.

Jenis dan Penyebab Diare

Penyebab diare secara umum terjadi ketika makanan atau minuman yang anda cerna terlalu cepat atau besar, atau keduanya, ketika melawati usus anda. Dampaknya adalah usus yang biasanya menyerap cairan dari makanan yang anda makan sehingga meninggalkan kotoran yang setengah padat, tetapi dalam kondisi ini akhirnya makanan tidak di serap secara sempurna. Sehingga pada akhirnya menyebabkan hasil feses (tinja) yang encer ketika buang air besar.

American College of Gastroenterology (ACG) menjelaskan bahwa dalam kondisi lainnya penyebab diare adalah berasal dari virus. Virus penyebab diare yang paling umum untuk orang dewasa adalah norovirus, yang sering juga disebut sebagai “cruise ship diare”. Hal ini disebabkan orang-orang yang terinfeksi virus ini adalah yang sedang berlibur di pantai. Sementara jenis virus diare yang lainnya yang biasanya menimpa anak-anak adalah jenis rotavirus.

Jenis diare seperti yang di kemukakan oleh ACG ada dua jenis yaitu jenis diare akut dan diare kronis.

Yang pertama ialah diare akut yang  merupakan diare yang biasanya terjadi tidak lebih dari dua minggu, dan disebabkan oleh infeksi virus.

Selain infeksi virus penyebab diare akut ini adalah bakteri yang bernama Enterotoxigenic Escherichia Coli (UTEC) menurut Dr. Ian Lustbader, seorang profesor klinis kedokteran dan gastroenterologi di New York University Langone Medical Centre. Untuk penyebab umum lainnya diare akut disebabkan oleh parasit yang berasal dari makanan maupun air yang terkontaminasi, Lustbader menambahkan.

Sementara itu, jenis kedua yaitu diare kronis yang berlangsung lebih dari empat minggu dan di sebabkan oleh banyak penyebab.

Menurut Lustbader, penyebab diare kronis adalah:

  • Penyebab infeksi (disebabkan paling sering oleh parasit).
  • Osmotik dan Malabsorpsi (yaitu menghasilkan terlalu banyak air yang diserap ke dalam usus), seperti penyakit celiac dan lactose intolerance.
  • Terjadinya radang usus.
  • Iskemia usus atau aliran darah yang berkurang ke usus.
  • Terapi kanker tertentu seperti radiasi.
  • Obat-obatan tertentu seperti antibiotik.

Komplikasi dan Gejala Diare

Komplikasi diare yang paling utama adalah dehidrasi yang disebabkan oleh hilangnya sejumlah besar air, garam dan nutrisi dalam tubuh. Menurut Mayo Clinic, dehidrasi dapat menyebabkan kondisi serius lainnya seperti tekanan darah rendah, kejang, gagal ginjal atau bahkan kematian. Mereka yang menderita diare terus menerus harus mencari perawatan medis atau pengobatan alternatif lain jika mereka mengalami kondisi berikut ini:

  • Urin berwarna gelap atau sejumlah kecil urin
  • Jantung berdenyut dengan cepat
  • Kulit kering dan memerah
  • Sakit kepala atau pusing yang tidak biasa
  • Kelelahan
  • Mudah marah dan di akhiri dengan kebingungan
  • Perut yang sakit parah atau dubur sakit tak karuan
  • Darah yang bercampur dengan feses atau tinja tatkala buang air besar

Sementara ciri gejala diare umum berhubungan dengan kondisi-kondisi berikut seperti sering buang air besar serta berbentuk encer, kram perut, sakit perut, demam yang mendadak, darah dalam tinja serta perut yang kembung.

Gejala atau ciri diare pada anak atau bayi, atau anak muda menurut Mayo Clinic yaitu terjadi dehidrasi dengan sangat cepat pada si penderita. Hubungi dokter jika diare anak anda tidak membaik dalam waktu 24 jam atau jika bayi anda:

  • Popok yang tidak basah dalam tiga jam atau lebih
  • Memiliki demam di atas 102 F (39 C)
  • Mengeluarkan tinja berdarah atau hitam
  • Memiliki mulut yang kering atau menangis tanpa air mata
  • Mudah mengantuk dan tidak responsif
  • Memiliki perut cekung kedalam begitu juga mata dan pipi
  • Kulit yang tidak merata dan terjepit

Obat, Cara Mengobati dan Mencegah Diare

Cara mengobati diare dalam sebagian besar kasus, bisa sembuh secara alami dalam beberapa hari dan hal yang terpenting ialah mencegah terjadinya dehidrasi dengan cara mengganti cairan yang hilang, menurut National Institute of Health.

Sementara itu, jenis obat diare  dapat membantu mengencangkan tinja dan mengurangi urgensi untuk buang air besar yang bisa anda peroleh adalah loperamide hidroklorida (umumnya dikenal sebagai merek nama Imodium AD), bismuth subsalicylate (Pepto-Bismol) dan atapulgit (Kaopectate). Namun bagaimanapun obat-obat di atas tidak dianjurkan untuk diare disebabkan dapat menimbulkan infeksi bakteri atau parasit, menurut NIH, karena organisme akan terjebak dalam usus bila diare berhenti sebelum mereka benar-benar dikeluarkan.

Cleveland Clinic merekomendasikan minum 2-3 liter air putih setiap hari setelah pulih dari diare. Sementara itu untuk menggantikan garam (yodium) atau nutrisi yang hilang , pilihan jadi lebih baik adalah kaldu, teh dengan madu, dan jus buah segar. Hindari produk susu, kafein, alkohol, dan apel dan pir jus, karena hal ini dapat memperburuk diare.

Cleveland Clinic juga menyarankan makanan untuk penderita diare juga perlu di perhatikan, seperti mengkonsumsi makanan yang lembut atau lunak (intinya mudah dicerna) seperti pisang, bubur, roti, kentang rebus, halus selai kacang. Karena yoghurt, keju dan miso mengandung probiotik, yang mengandung jenis bakteri yang yang sama dengan yang di usus yang sehat, maka makanan ini juga bisa menjadi pilihan yang baik.

Cara mencegah diare menurut rekomendasi dari Lustbader adalah berusaha untuk menghindari makanan tinggi lemak, tinggi serat atau makanan berat selama beberapa hari. Selain itu menyediakan air kemasan yang telah diketahui kejernihan dan kemurniannya ketika akan berpergian dan mencuci tangan sebelum makan termasuk langkah mencegah diare yang perlu anda lakukan.