Herpes Simpleks – Tanda, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Herpes Simpleks Virus Tipe 1 (HSV-1) merupakan virus utama yang menyebabkan terjadinya peradangan seperti luka dingin dan melepuh diiringi demam yang terjadi pada bagian bibir, sekitar bibir dan wajah.  

Penularan Virus Herpes ini juga bisa terjadi dengan adanya kontak langsung dengan penderita melalui air liur.

Herpes Simplex
Gambar Herpes Simpleks

“Wabah umumnya menyebabkan luka dingin dan luka lepuh di sekitar mulut dan pada umumnya sembuh dalam beberapa minggu”, menurut Dr Alan Mensch wakil presiden senior urusan medis di North Shore – Long Island Jewish’s Plainview and Syosset Hospitals. 

Journal of Infectious Diseases  mengeluarkan hasil penelitian di Amerika Serikat tahun 2013, bahwa pada tahun 2005 sampai 2010 sekitar 54 persen penduduk berusia 14 – 49 positif mengidap  penyakit herpes simpleks ini. Ketika para peneliti melihat kelompok usia tertentu, mereka menemukan kasus positif untuk HSV-1, seperti: 30,1 persen dari usia 14 sampai 19 tahun; 49,5 persen dari usia 20 sampai 29; 61,8 persen dari usia 30 hingga 39 tahun dan 63,6 persen anak dari usia 40-49 tahun.

HSV-1 mengalami penurunan pada individu yang lebih muda dari waktu ke waktu, karena di sebabkan adanya “peningkatan dalam kualitas kesehatan hidup, kebersihan yang lebih baik dan ruang hidup yang lebih luas”, menurut para peneliti. Resiko herpes simpleks  pada usia dewasa menurut para ahli akan menurun, tetapi seiring aktifnya aktifitas seksual, maka resiko terkena herpes genital mereka pun akan bertambah.

Seperti virus herpes lainnya, HSV-1 bisa bertahan di dalam di sel-sel saraf tanpa menimbulkan gejala, tetapi saat seseorang sakit, stres atau menstruasi, virus ini akan datang kembali dan menyebabkan wabah dingin yang baru. Namun kasus ini hanya 14 sampai 40 persen dari orang yang terinfeksi virus herpes ini, menurut laporan tahun 2002 dari National Institute of  Dental and Craniofacial Research.

Tanda dan Gejala

Gejala Herpes Simpleks  adalah munculnya luka dingin di bagian mulut yang berulang disertai dengan kesemutan, gatal dan perasaan terbakar pada bagian luka sebelum terjadi lepuhan di tambah dengan lesi yang muncul, menurut data dari 2007 yang di peroleh dari Harvard School of Dental Medicine.

Tes laboratorium seperti pengisolasian virus dalam kultur jaringan yang berbeda serta pengujian antibodi immunofluorescent secara langung, semuanya tersedia untuk memastikan diagnosa dari virus herpes simpleks ini.

Untuk kondisi nyatanya, saat ini kebanyakan dokter telah mampu mengenali gejala luka dingin pada bagian mulut dengan cukup melihatnya saja.

Dr Alan Mensch menjelaskan bahwa luka dingin yang disebabkan oleh herpes simpleks ini berbeda dengan sariawan, yang biasanya terjadi luka kecil yang kecil dalam mulut dan penyebabnya tidak di sebabkan virus HSV-1 ini.

Dr Alan Mensch menambahkan juga bahwa janganlah menyentuh luka dingin karena dapat menyebabkan infeksi langka, yang dikenal sebagai Herpes whitlow yang dapat menyebabkan jari atau tangan menjadi kemerahan, bengkak dan lecet yang cairan cairan bening atau kekuningan.

Herpes whitlow harus ditangani dengan cepat sebelum mengarah ke komplikasi selanjutanya seperti infeksi super atau herpes ensafalitis yang dikenal dengan infeksi herpes otak.

Pengobatan

Pada kondisi tubuh yang sehat, luka dingin akan sembuh dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas luka, di tujuh sampai 10 hari pengobatan. Secara umum cara mengobati herpes simpleks ialah dengan berusaha mengobati gejalanya, bukan pada virusnya.  Caranya adalah ketika anda pertama kali menyadari adanya gejala seperti lecet pada bagian bibir, dan  gejala dingin lainnya maka segeralah untuk melakukan langkah pertama dalam penyembuhan.

Pengobatan herpes simpleks pada tahap gejala salah satunya adalah dengan krim anti peradangan khusus rekomendasi para ahli untuk di aplikasikan pada bagian lecet sebagai bantuan sementara untuk proses penyembuhan. Hal ini di peroleh dari sebuah artikel tahun 2008 yang diterbitkan dalam Journal of Canadian Family Physician.

University of Maryland Medical Center menjelaskan juga bahwa penggunaan suplemen juga akan sangat membantu proses penyembuhan gejala herpes simpleksyang sangat efektif untuk mengurangi jumlah serta durasi dari wabah herpes simpleks ini.

Untuk mencegah maupun mengaboti masalah Herpes Simpleks anda kami beri solusinya dengan pengobatan alami herbal yaitu dengan Jelly Gamat QnC

Pencegahan

Pencegahan Herpes Simpleks bisa dilakukan dengan cara menghindari kontak langsung dengan penderita herpes simpleks, dan tidak menggunakan barang-barang pribadi seperti handuk, pisau cukur ataupun benda-benda lain si penderita herpes simpleks ini.

Penelitian saat ini ialah mengetahui apakah krim antivirus dan tabir surya bisa mencegah atau menyembuhkan luka dingin atau tidak pada orang-orang yang memiliki riwayat herpes simpleks ini, berdasarkan pemaparan yang di jelaskan oleh Journal of Canadian Family Physician.   Namun, apabila virus kembali lagi, obat antiviral oral bisa menjadi alternatif untuk dapat mengurangi frekuensi luka dingin.