Hepatitis – Penyebab, Gejala, Obat Herbal, Pengobatan dan Pencegahan

Hepatitis adalah penyakit peradangan hati. Meskipun hepatitis dapat menjadi gejala dari banyak penyakit termasuk penyakit autoimun, hepatitis ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus.

Jenis hepatitis yang utama ada yaitu berasal dari virus hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E. Diantara lima tersebut, Hepatitis A, B dan C  merupakan jenis yang paling umum di Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) . Virus hepatitis terkadang hilang tanpa pengobatan (namun sangat kecil presentasenya), namun dalam beberapa kasus virus akan tetap tinggal dalam tubuh dan menyebabkan infeksi kronis.

Penyebab Hepatitits

Penyebab hepatitis bisa disebabkan oleh obat-obatan, alkohol atau racun lainnya, infeksi bakteri, virus atau parasit, dan ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang organ hati (penyakit autoimun), menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Virus hepatitis di ketahui juga sebagai  penyebab paling umum dari penyakit.

Hepatitis A, E yaitu hepatitis akut (jangka pendek) yang disebabkan infeksi virus serta biasanya ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi oleh kotoran, menurut WHO. Sumber utama dari hepatitis A dan E virus yaitu disebabkan dari proses mamasak makanan yang tidak sempurna, mentah atau kurang matang, dan ini juga  makanan ditangani oleh orang-orang yang tidak benar mencuci tangan dan air yang terkontaminasi oleh hewan atau kotoran manusia. Hepatitis E jarang di Amerika Serikat, tetapi umum di bagian negara lain di dunia, menurut CDC.

Hepatitis B ditularkan melalui kontak melalui darah yang orang yang terinfeksi, melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi, atau saat melahirkan yang dimana  virus ini dapat ditularkan dari ibu ke anak, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK).

Hepatitis C menyebar secara umum melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi, menurut CDC. Kontak tersebut dapat terjadi ketika seseorang berbagi jarum suntuk untuk menyuntikkan obat. Namun juga, tidak menutup kemungkinan hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seks tetapi kondisi ini tidaklah umum.

Hepatitis D juga menyebar melalui kontak dengan darah, tetapi infeksi virus ini hanya terjadi bilamana seseorang juga terinfeksi juga oleh pengguna narkoba penderita hepatitis B juga. Jarum suntik berada pada risiko terbesar untuk jenis hepatitis, menurut NIDDK.

Gejala Hepatitits

Gejala hepatitis bagi beberapa orang penderita hepatitis tidak menunjukkan gejala, menurut NIDDK. Akan tetapi apabila terjadi gejala berikut ini, maka anda harus mewaspadai bahwa bisa saja anda terkena Hepatitis. Gejala tersebut termasuk:

  • jaundice (menguningnya kulit dan mata)
  • sakit perut
  • kehilangan selera makan
  • mual dan muntah
  • diare
  • demam

Obat dan Pengobatan Hepatitis

Pengobatan Hepatitis. Apapun jenis hepatitis  yang anda miliki, tujuan pengobatan adalah untuk memperlambat atau menghentikan serangan sistem kekebalan pada hati Anda. Hal ini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit hepatitis. Untuk memenuhi tujuan ini, Anda akan perlu obat yang menurunkan aktivitas sistem kekebalan.

Obat hepatitis dengan menggunakan prednison umumnya digunakan pada tahap awal. Obat yang kedua, yaitu azathioprine (Azasan, Imuran), mungkin dianjurkan di samping penggunaan prednison. Akan tetapi prednisone, apabila diminum dalam jangka panjang, dapat menyebabkan berbagai efek samping yang serius, termasuk diabetes, penipisan tulang (osteoporosis), patah tulang (osteonekrosis), tekanan darah tinggi, katarak, glaukoma dan berat badan.

Dokter biasanya meresepkan prednison dengan dosis tinggi selama pengobatan pada bulan pertama. Kemudian, untuk mengurangi risiko efek samping, mereka secara bertahap mengurangi dosis selama beberapa bulan ke depan sampai mencapai dosis terendah yang dapat mengontrol penyakit.

Hepatitis A, B, C dan E virus akan hilang sebetulnya dengan sendirinya selama beberapa minggu atau bulan, menurut NIH. Namun, kasus yang parah yaitu hepatitis B dapat diobati dengan obat antivirus seperti lamivudine (Epivir).

Hepatitis B kronis dan infeksi C dapat diobati dengan obat antivirus seperti suntikan pegylated interferon (peginterferon) atau antivirus yang di minum seperti lamivudine untuk hepatitis B atau ribavirin (Copegus, Rebetol, Ribasphere) untuk hepatitis C. Namun, ribavairin harus di konsumsi berbarengan dengan peginterferon dalam upaya untuk menjadi pengobatan yang efektif terhadap hepatitis C, menurut NIH. Transplantasi hati mungkin diperlukan jika hati mengalami rusak parah.

Obat herbal pun sebetulnya bisa menjadi alternatif anda untuk mengobati hepatitis. Dengan obat herbal berbahan utama teripang emas. Kandungan protein yang ada pada teripang emas yang berjumlah 86%, akan sangat memudahkan hati untuk menyerapnya. Selain itu 16 asam amino essensial yang dikandung oleh gamat ini akan sangat mudah meregenerasi sel dan memperkuat hati sehingga hati akan kembali pulih seperti sedia kala. Dengan kata lain, penyakit hepatitis anda bisa di atasi dengan obat herbal berbahan dasar teripang emas ini.

Apabila anda mencari solusi untuk pengobatan herbal untuk masalah hepatitis yang anda miliki, kami berikan solusinya dengan mengkonsumsi teripang emas, karena sudah banyak terbukti orang-orang sembuh dengan rutin mengkonsumsi ini. Temukan disini informasi lengkapnya Jelly Gamat QnC

Pencegahan Hepatitis

Pencegahan hepatitis bisa rutin dilakukan dengan memberikan vaksinasi yang dilaksanakan di banyak bagian wilayah di Amerika Serikat pada tahun 1990-an. Dengan melakukan vaksinasi anti hepatitis ini telah banyak memberikan kontribusi secara signifikan terhadap berkurangnya kasus baru Hepatitis A dengan presentase sebanyak 95 persen antara tahun 1995 (12 kasus per 100.000 orang) hingga 2010 (kurang dari 1 kasus per 100.000 orang ), menurut CDC.

Vaksinasi hepatitis B juga tersedia di nilai dapat mengurangi jumlah penderita hepatitis yaitu sebanyak 95 persen efektif dalam mencegah infeksi virus dan konsekuensi kronis, menurut WHO. Meskipun tidak ada vaksin untuk hepatitis D, penyakit ini masih bisa dicegah dengan vaksinasi terhadap hepatitis B. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B harus segera mendapatkan immune globulin  hepatitis B  dan vaksin hepatitis B dalam waktu kurang dari 12 jam sebelum kelahiran untuk membantu mencegah infeksi, NIH menambahkan.