Kanker Anus – Gejala, Tanda, Cara Mengobati dan Pencegahan

Kanker Anus merupakan kanker yang terjadi pada akhir saluran pencernaan tepatnya pada bagian dubur. Kanker anal atau anus ini sangatlah berbeda dari kanker kolorektal, baik dari segi penyebab, pengembangan secara klinis, tahap, ataupun pengobatan.

Kanker anal atau kanker dubur ini juga bisa di sebabkan sebuah benjolan yang berasal dari tumbuhnya sel-sel jaringan pada bagian anus secara abnormal dan tidak wajar.

Berdasarkan informasi dari American Cancer Society, kasus kanker dubur ini sangatlah langka. Namun saat ini di Amerika Serikat sendiri, kasus kanker dubur ini meningkat  yang asalnya 5.070 pada tahun 2008, menjadi 7.270 kasus baru pada  tahun 2014. Dari angka tersebut, 4.630 diantaranya adalah perempuan dan 2.640 adalah laki-laki. Angka kematian dari kanker anal ini adalah mencapai 1.010 jiwa pada tahun 2014 di Amerika Serikat.

Laporan menunjukan bahwa penyakit kanker dubur ini meningkat dari waktu ke waktu. Jumlah kasus kanker anal ini meningkat pada kedua jenis kelamin, khususnya pada kalangan pria di Amerika seiring dengan berubahnya tren dalam hubungan seksual, hubungan seksual menggunakan tembakau dapat menyebabkan infeksi yang masih ada kaitannya dengan HPV (human papilomavirus) dapat meningkatkan resiko terkena kanker dubur.

Kebanyakan dari pasien penderita kanker anal ini baru di ketahui pada umur 60 tahun. Kanker anus ini pada umumnya terjadi pada wanita, laki-laki yang mendapatkan penetrasi saat hubungan seksual pada bagian anal, dan juga dengan orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Gejala dan Tanda Kanker Anus

Gejala umum kanker anus sangatlah banyak dan berikut merupakan gejala-gejalanya:

  • Perdarahan pada bagian rektum bisa diketahui dengan cara pasien memastikannya dengan cara melihat darah pada tinja atau kertas toilet
  • Nyeri di daerah anus merupakan gejala kanker anus
  • Adanya benjolan di sekitar anus, merupakan gejala kanker anus dan banyak orang yang keliru dan menganggapnya sebagai wasir
  • Keluarnya lendir dari dubur
  • Munculnya cairan mirip jelly dari anus merupakan gejala kanker anus yang perlu anda waspadai juga
  • Gatal pada bagian dubur adalah termasuk gejala kanker anus
  • Perubahan buang air besar. Hal ini terjadi seperti diare, sembelit atau menipisnya saluran tinja dan merupakan gejala kanker anus.
  • Tidak teratur nya buang air besar (masalah akibat kesulitan mengendalikan buang air besar)
  • Kembung salah satu gejala kanker anus
  • Mengalami nyeri punggung bagian bawah akibat tumor yang tumbuh dan menekan bagian vagina wanita
  • Vagina yang mengalami kekeringan ialah gejala kanker anus yang perlu anda perhatikan

Penyebab Kanker Anus

Penyebab Kanker Anus sampai saat ini masih menjadi diskusi para ahli kanker di Dunia, namun mereka memaparkan bahwa hal berikut ini merupakan sesuatu yang dapat meningkatkan resiko terkena kanker anus:

  • HPV (Human Papilloma Virus) – beberapa jenis HPV memiliki kaitan erat dengan kanker dubur. Sekitar 80% dari pasien yang memiliki kasus kanker dubur terinfeksi di daerah bagian dubur karena HPV.
  • Memiliki banyak pasangan seks – hal ini merupakan penyebab kanker anus dan juga masih ada kaitannya dengan HPV. Karena memiliki angka pasangan seks yang tidak sedikit, maka akan sangat berpotensi untuk terinfeksi HPV dan mengakibatkan kanker anus.
  • Melakukan seks anal – baik laki-laki dan perempuan yang melakukan seks anal, atau menerima seks pada bagian anal atau dubur memiliki risiko lebih tinggi sebagai penyebab kanker anus. Studi mengungkapkan bahwa laki-laki yang melakukan hubungan seks sesama jenis, sampai 90 kali kebih, akan mengalami potensi 90% terkena kanker anal ini.
  • Mempunyai jenis kanker lainnyawanita yang telah menderita kanker vagina atau leher rahim maupun laki-laki yang telah menderita kanker prostat memiliki potensi yang lebih tinggi untuk terinfeksi kanker anal.  Penyebab kanker anus ini juga masih ada kaitan dengan infeksi HPV.
  • Lanjut Usia– seseorang yang lebih tua memiliki resiko terkena kanker anus.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah penyebab kanker anus – seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah mempunyai resiko yang lebih tinggi terhadap kanker dubur ini. Hal ini juga berlaku pada seseorang dengan HIV / AIDS atau pun pasien yang telah melakukan transplantasi serta mengkonsumsi obat immunosuppressant.
  • Perokok  – orang- orang yang merokok secara signifikan lebih mempunyai peluang yang besar sebagai penyebab kanker anus, dibandingkan dengan orang- orang yang tidak merokok. Bahkan, merokok dapat meningkatkan resiko terkena jenis kanker yang lainnya.

Pemeriksaan Kanker Anus

Untuk cara memeriksa kanker anus maka pasien akan dirujuk ke dokter bedah kolorektal yaitu dokter yang mengkhususkan diri untuk kesehatan usus. Ahli bedah kolorektal disebut juga proctologists. Maka nantinya anda akan melakukan tes berikut:

  • Pemeriksaan anus – Ini mungkin menjadi hal yang sedikit tidak nyaman, namun bukanlah hal yang menyakitkan. Sebuah proctoscope atau sigmoidoskop  yang merupakan sebuah alat yang  dokter gunakan untuk memeriksa daerah anus secara lebih rinci. Di beberapa negara alat ini disebut anoscope, dan prosedur ‘anoscopy‘. Pemeriksaan akan menentukan apakah pasien perlu biopsi ataupun tidak.
  • Biopsi – merupakan pengambilan sejumlah jaringan tubuh yang diambil dari daerah anal dan pada akhirnya dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Jaringan tersebut nantinya akan diperiksa di bawah mikroskop.

Jika jaringan kanker dubur terdeteksi setelah dilakukan biopsi terhadap pasien, selanjutnya tes tertentu perlu di lakukan untuk mengetahui berapa canggih (besar) kanker tersebut dan apakah menyebar ataupun tidak.  Tes berikut dapat dilakukan:

  • CT (computerized tomography) scan – alat ini menggunakan sinar-X  untuk membuat gambar 3 dimensi pada daerah sasaran.
  • MRI (magnetic resonance imaging) scan – magnet dan gelombang radio yang dapat menghasilkan gambar 2 dimensi dan 3 dimensi dari daerah sasaran.\
  • USG – gelombang suara yang digunakan untuk membuat gambar dari daerah sasaran. Hal ini dapat dilakukan secara internal dengan USG untuk anus yaitu sebuah alat yang dimasukkan ke anus sebelum pemindaian dimulai.

Pengobatan Kanker Anus

Cara mengobati kanker anus atau dubur akan tergantung pada berbagai faktor, termasuk seberapa besar tumor, apakah tumor tersebut sudah atau belum menyebar,  dan bagaimana kesehatan umum pada si pasien. Jika tumor kecil dapat diangkat melalui pembedahan, maka hal itu sudah cukup.

A. Operasi

Jenis operasi untuk kanker anus pasien akan diperlukan tergantung dari ukuran dan letak dari tumor tersebut.

B. Reseksi

Operasi Reseksi untuk kanker anus dapat di lakukan untuk menghilangkan tumor kecil dan beberapa jaringan yang di sekitarnya. Cara mengobati kanker anus dengan operasi ini hanya dapat dilakukan jika anda tidak ingin sphincter anal tidak dikorbankan.  Akan tetapi pasien yang menjalani reseksi akan kehilangan kemampuan untuk melakukan buang air besar secara normal karena dampak operasi ini.

C. Reseksi Abdominoperineal

Dalam operasi Reseksi abdominoperineal untuk kanker anus, bagian anus, rectum dan bagian usus akan di hilangkan. Setelah itu, pasien akan membutuhkan kolostomi yaitu sebuah cara medis dimana usus bagian akhir dibawa keluar kulit tepatnya di letakan di permukaan perut. Lalu di sediakan sebuah kantong khusus yang ditempatkan di atas stoma dan tinja (kotoran) akan di kumpulkan di luar tubuh pasien pada kantong tersebut secara periodik.

Cara mengobati kanker anus dengan metode ini, meskipun terdengar mengejutkan dan mengerikan, seorang pasien dengan kolostomi dapat menjalani kehidupan normal, bermain, olahraga dan memiliki kehidupan seks yang aktif seperti layaknya orang normal.

D. Kemoterapi dan Radioterapi

Dalam kebanyakan kasus, pasien mungkin harus menjalani kemoterapi dan / atau radioterapi.

Cara mengobati kanker dubur dengan Radioterapi di kombinasi kan dengan perawatan kemoterapi (kemoradiasi) berfungsi untuk menghancurkan sel-sel kanker anus. Perawatan bisa diberikan secara bersamaan atau berurutan. Dengan cara radioterapi ini telah menyebabkan persentase yang lebih tinggi dari pasien dengan kondisi dubur yang tetap utuh dan memiliki tingkat kelangsungan hidup dan penyembuhan yang baik.

Kemoterapi menggunakan obat cytotoxic (anti keganasan) – obat cytotoxic atau sitotoksik dapat mencegah sel-sel kanker dubur untuk membelah diri. Cara mengobati kanker anus dengan obat ini bisa di gunakan baik melalui injeksi atau oral (mulut).

Cara mengobati kanker anus dengan Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Caranya adalah dengan menggunakan sinar secara eksternal atau internal (brachytherapy).

Radioterapi sebagai cara mengobati kanker anus memiliki efek samping, seperti halnya kemoterapi. Ketika pengobatan dikombinasikan efek samping mungkin akan lebih akut. Cara mengobati kanker anus dengan cara di atas memiliki efek samping yang bisa terjadi adalah:

  • Diare
  • Sembelit
  • Rasa sakit dan perih sekitar area anus
  • Tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi selama pengobatan berlangsung
  • Jumlah sel darah putih rendah (yang berdampak pada meningkatkan resiko infeksi)
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Mual atau muntah
  • Sariawan
  • Mulut Sakit
  • Kehilangan rambut
  • Penyempitan dan Kekeringan vagina
  • Anemia (jumlah sel darah merah yang rendah)
  • Jumlah trombosit yang rendah yang meningkatkan risiko memar atau pendarahan
  • Kulit kering
  • Ruam
  • Otot dan saraf bermasalah
  • Batuk yang berlebihan,
  • kesulitan saat bernapas
  • Masalah kesuburan.

Pencegahan Kanker Anus

Pencegahan Kanker Anus. Meskipun kanker anal merupakan kasus yang sangat langka, ada beberapa rekomendasi yang dapat membantu mengurangi risiko anda di antaranya:

  • Mengurangi kesempatan Anda terinfeksi HPV
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks
  • Membatasi jumlah pasangan seksual
  • Menjauhkan diri dari hubungan anal
  • Berhenti merokok.

Untuk pengobatan kanker anus secara alami dan aman, klik disini solusinya Ace Maxs

1 Comment

  1. Pingback: Ace Maxs menjembatani kesehatan anda- Jembatan Kesehatan

Comments are closed.